Sunday, August 10, 2014

JISFO 2014: Lomba Karya Tulis Ilmiah

By Unknown   Posted at  9:37 PM   SPM No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

JISFO (Jakarta Islamic Scientific Forum) 2014 datang lagii !!!

Buat kamu mahasiswa/i fakultas kedokteran gigi, ayooo segera ikut berpartisipasi dalam LOMBA KARYA TULIS ILMIAH JISFO 2014!!
Competitions :
1. Reaserch Competition
2. Literature Review Competition

Biaya pendaftaran :
- Literature review (Rp 60.000)
- Research competition (Rp 80.000)

Deadline abstrak :
19 Agustus 2014

Untuk ketentuan lebih lanjut :
jisfo2014.tumblr.com

More info :
Faizah (081286987615)
Fidhi (085777809689)

Jangan sampai ketinggalan!!

Ayat or Hadits of the day : Segala perbuatan dimulai dengan niat

By Unknown   Posted at  12:39 PM   Artikel No comments

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khatahab ra. Berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,“Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan RasulNya maka hijrahnya untuk Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju.” (Diriwayatkan oleh dua ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairy An-Naisaburi, dalam kedua kitab sahihnya, yang merupakan kitab hadits paling shahih)

Maraji’ul Hadits (Refrensi Hadits)
1. Shahih Al-Bukhari:Di awal kitab. Juga pada Al-Iman, Bab Ma Ja-a Annal A’mal Bin-Niyyatil Hasanah.. Juga pada lima tempat lain.
2. Shahih Muslim: Al-Imarah, Bab Qulihi saw, “Innamal A’malu Biniyyah”, Hadits nomor 1907.
3. Sunan Abu Dawud: Kitabut Thalaq, Bab Fi Ma Uniya Bihit Thalaq Wan Niyyat, hadits nomor 2201.
4. Sunan At-Tarmidzi: Kitabu Fadhoil Al-Jihad, Bab Fi Man YuqatiluRiyaan Wa Lid Dunya, hadits nomor 1646.
5. Sunan Ibnu Majah: Kitabuz Zuhd, Bab An-Niytu, hadits nomor 4227.
6. Sunan An-Nasa’i: Kitabut Thaharah, Bab An-Niyatu Fil Wudhu-I, 1/59-60)
7. Musnad imam Ahmad:1/25, 43.
8. Diriwayatkan pula oleh Ad-Daruquthi, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi.

Ahammiyatul Hadits (Urgensi Hadits)
Hadits ini sangat penting, karena menjadi orientasi seluruh hukum dalam Islam. Ini bisa dilihat dari pendapat para ulama. Abu Dawud berkata, “Hadits ini setengah dari ajaran Islam. Karena agama bertumpu pada dua hal: sisi lahiriyah (amal perbuatan) dan sisi batiniyah (niat)” . Imam Ahmad dan Imam Syafi’I berkata “Hadits ini mencakup sepertiga ilmu. Karena perbuatan manusia terkait dengan tiga hal: Hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan niat dalam hati merupakam salah satu dari tiga hal tersebut”.
Sababul Hadits (Latar Belakang Hadits)
Imam At-Thabrani meriwayatkan, dalam Al-Muj’am Al-Kabir, dengan sanad yang bisa dipercaya, bahwa Ibnu Mas’ud berkata, “Di antara kami ada seorang laki-laki yang melamar seorang wanita, bernama Ummu Qais. Namun, Wanita itu menolak sehingga ia berhijrah ke Madinah. Maka laki-laki tersebut ikut hijrah dan menikahinya. Karena itu kami memberinya julukan Muhajir Ummu Qais.” (Al-Futuhat Ar-Rabbaniyah, Ibnu Allan:1/60)

Sa’id Ibnu Manshur meriwayatkan dalam kitab Sunnan-nya, dengan syarat sebagaimanan syarat Bukhari dan Muslim, bahwa Ibnu Mas’ud berkata,”Siapa yang hijrah untuk mendapatkan kepentingan duniawi maka pahala yang didapat sebagaimana yang didapat laki-laki yang hijrah untuk menikahi wanita yang bernama Ummu Qais, Hingga ia dijuluki Muhajjir Umu Qais”

Fiqhul Hadits (Kandungan Hadits)

1.       Syarat niat
Para ulama sepakat bahwa perbuatan seorang mukmin tidak akan diterima dan tidak akan mendapatkan pahala kecuali jika diiringi dengan niat. Dalam ibadah inti, seperti: shalat, haji, puasa, niat merupakan rukun. Karenanya ibadah-ibadah tersebut tidak sah kecuali diiringi niat.

Mazhab Hanafi menyebutkan bahwa niat merupakan penyempurna untuk mendapatkan pahala. Sedangkan Mazhab Syafi’I dan ulama-ulama lain menyebutkan bahwa niat merupakan syarat sahnya sebuah ibadah.

2.       Waktu dan tempat niat
Waktu niat adalah di awal ibadah. Seperti: takbiratul ihram untuk shalat, dan ihram untuk haji, sedangkan puasa maka diperbolehkan sebelumnya karena untuk mengetahui masuknya waktu subuh secara tepat cukup sulit.

Niat bertempat di hati, jadi tidak disyaratkan untuk diucapkan. Namun demikian, boleh saja diucapkan untuk membantu konsentrasi hati.

3.       Keharusan hijrah
Hijrah dari negeri kafir ke negeri Islam adalah wajib bagi seseorang muslim jika ia tidak bisa melakukan ajaran Islam dengan terang-terangan. Hukum ini berlaku secara umum dan tidak dibatasi oleh waktu tertentu.

Kata Hijrah juga dipergunakan untuk hal-hal yang dilarang Allah, disebut Muhajir. Begitu juga dengan seorang yang tidak mau menegur saudaranya sesama muslim selama tiga hari. Seorang Muslim terkadang diharuskam untuk menjauhi saudaranya yang berbuat maksiat, ia juga diperbolehkan menjauhi istrinya yang tidak taat kepadanya, sebagai pelajaran bagi sang istri.

4. Orang yang berniat melakukan kebaikan, namun karena satu atau lain hal- misalnya sakit parah ataupun meninggal dunia-sehingga ia tidak bisa melaksanakannya, maka ia tetap akan mendapatkan pahala. Al-Baidhawi berkata,”Amal ibadah tidak akan sah kecuali jika diiringi dengan niat. Karena, niat tanpa amal diberi pahala, sementara amal tanpa niat adalah sia-sia. Perumpamaan niat bagi amal, ibarat ruh bagi jasad. Jasad tidak akan berfungsi jika tanpa ruh, dan ruh tidak akan tampak jika terpisah dari jasad.”

5. Hadits ini mendorong kita untuk ikhlas dalam segala perbuatan dan ibadah agar mendapat pahala di akhirat serta kemudahan dan kebahagiaan di dunia.

6. Semua perbuatan baik dan bermanfaat, jika diiringi niat yang ikhlas dan hanya mencari keridhaan Allah, maka perbuatan tersebut adalah Ibadah.

Demikian penjabaran dari hadits ini, yang baik datangnya dari Allah yang tidak baik datangnya dari penulis, saran dan kritik atas rubik ini dengan besar hati dapat disampaikan kepada penulis via twitter (@eganingrum). Wassalamu'alaikum Wr Wb

Source:
Dr Musthafa Dieb Al Bugha dkk. Al-Wafi Syarah kitab Arba'in An-Nawawiyah).2003
Achmad Sunarto dkk. Tarjamah Shahih Bukhari.1992
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilal. 2005. Bahjatun nazhiriin syarh riyaadhish shalihin. 


Saturday, August 9, 2014

Ayat or Hadits of The Day

By Unknown   Posted at  5:38 AM   Artikel 1 comment
Surah ke-104: "AL-HUMAZAH"

Artinya:
  1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, 
  2. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,
  3. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
  4. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
  5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
  6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
  7. Yang (membakar) sampai ke hati.
  8.  Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
  9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
Azbabunnuzul
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Utsman dan Ibnu Umar yang berkata, "Kami acapkali mendengar bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Ubai bin Khalaf."

Diriwayatkan bahwa Suddi berkata, "Ayat ini turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syuraik."

Ibnu Jarir meriwayatkan dari seorang laki-laki yang saleh yang berkata, "Ayat ini turun berkenaan dengan Jamil bin 'Amir al-Jumahi."

Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Ishak yang berkata, "Setiap kali Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah maka ia selalu menghina dan mencaci beliau. Allah lalu menurunkan ayat-ayat dalam surah ini secara keseluruhan."

Tafsir
"Kecelakaanlah bagi Setiap pengumpat lagi pencela," al-hammaz itu adalah mengumpat dengan perkataan, sedangkan allamaz adalah mencela dengan perbuatan. Yaitu, memandang hina dan meremehkan manusia. Hal ini telah diuraikan pada firman Allah Ta'ala, "hammazin, masyaain, bi namiim," yaitu surah Al-Qalam ayat 11. Ibnu Abbas mengatakan, "Hummazah lumazah itu adalah orang yang suka menebarkan cacat dan aib orang lain". Qatadah mengatakan, "Al-hummazah dan lumazah itu adalah dengan lidah dan matanya, serta memakan daging-daging manusia dan mencerca mereka." Mujahid mengatakan, "Al-hummazah  itu adalah tangan dan matanya, sedangkan al-lumazah itu adalah orang yang suka mencela orang lain dengan terang-terangan."

Firman Allah Ta'ala, "Yang mengumpulkan harta serta menghitung-hitungnya" yaitu mengumpulkan sebagian hartanya dengan sebagian yang lain, kemudian menghitung-hitungnya. Firman Allah Ta'ala, "Dan mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya," yaitu dia mengira bahwa usahanya mengumpulkan harta akan membuatnya kekal di dalam kehidupan dunia ini. "sekali-kali tidak" Permasalahannya tidak seperti yang dia sangka. kemudian Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah, " yaitu akan dilemparkan ke dalam api neraka. Dikatakan huthamah 'penghancur' sebab neraka itu dapat menghancurkan penghuni yang berada di dalamnya. Itulah sebabnya, selanjutnya Allah Ta'ala berfirman, "Dan tahukah kamu apakah Huthamah itu? Api Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati," yaitu yang membakar mereka hidup-hidup sampai ke hati.

Penafsiran firman Allah Ta'ala, "Sesungguhnya api ditutup rapat atas mereka" telah diuraikan dalam surah Al-Balad. Firman Allah Ta'ala, "Diikat pada tiang-tiang yang panjang, yakni diikat pada tiang-tiang api yang panjang.

Demikianlah, ringkasan tafsir surah al-Humazah. Segala puji dan nikmat hanyalah milik Allah yang baik datangnya dari Allah yang tidak baik datangnya dari penulis, saran dan kritik atas rubik ini dengan besar hati dapat disampaikan kepada penulis via twitter (@eganingrum). Wassalamualaikum Wr Wb

Source
Muhammad Nasib ar-Rifa'i.1989. Tafsiru al-Aliyyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 4. Riyadh: Maktabah Ma'arif.
Jalaluddin as-Sayuthi. Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul. Kairo:Darut-Taqwa.

Friday, August 8, 2014

Ayat or Hadits of The Day:Jangan Marah

By Unknown   Posted at  2:15 PM   Artikel No comments

Abu Hurairah ra berkata, seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW., “Berilah aku nasihat.” Beliau menjawab ,“Jangan marah.” Beliau mengulanginya beberapa kali. “Jangan marah!” (HR. Bukhari)
Maraji’ul Hadits (Refrensi Hadits)
1. Shahih Bukhari: Kitabul Adab, Bab Al Hadzar Min Al-Ghadhab. Hadits 5765.
Fiqhul Hadits (Kandungan Hadits)

  1.     Akhlak seorang muslim
  2.     Rindu kepada surga
  3.     Kesabaran kunci kemenangan dan keridhaan
  4.   Kemarahan merupakan kumpulan kejahatan. Sebaliknya, mengendalikan marah adalah kumpulan kebaikan.
  5.   Kemarahan adalah kelemahan, sedang kesabaran adalah kekuatan.
  6.     Dampak dari kemarahan
  7.     Mencegah kemarahan
  8.     Marah karena mencari keridhaan Allah SWT
  9.     Orang yang marah bertanggung jawab atas perbuatannya.
  10.     Semangat yang tinggi seorang muslim
  11.     Sedikit bicara

1. Akhlak seorang Muslim
Seorang Muslim adalah orang yang memiliki akhlak yang terpuji, berhias dengan kesabaran dan rasa malu, berpakaian tawadhu’ dan sayang kepada sesama. Dalam dirinya terpancar tanda-tanda kejantanan, mampu menahan segala beban, berusaha untuk tidak mencelakai orang lain, pemaaf, penuh kesabaran, dan mampu menahan emosi. Wajahnya senantiasa berseri-seri dalam keadaan apapun.

Arahan inilah yang diberikan Rasulullah SAW., kepada sahabat yang meminta nasihat. Sebuah ungkapan yang singkat dan padat mencakup semua kebaikan dan menganulir semua bentuk keburukan “Jangan Marah.”

2. Rindu kepada Surga.
Pesan Rasulullah SAW diatas, ditunjukkan kepada penanya yang ingin menempuh jalan ke surga, dengan meminta nasihat singkat, agar ia bisa menghafal dan memahaminya. Pesan tersebut adalah La taghdhab (jangan marah). Artinya, berakhlaklah dengan akhlak mulia, akhlak para nabi, akhlak  Al-Qur’an, akhlak yang bersumber dari keimanan.

Jika kamu membiasakan diri dengan akhlak ini, bahkan menjadi tabiat dan watakmu, niscaya kamu tidak akan mudah marah dan mengetahui sikap yang mesti kamu ambil.


3.  Kesabaran Kunci Kemenangan dan keridhaan
  Manakala nafsu dan kekuatan jahat telah bergolak dan menguasai diri, janganlah kamu menyerah begitu saja, membiarkan diri dikuasai oleh kemarahan, merasa hanya dirimu yang berhak melarang dan memerintah, lalu kamu melanggar berbagai larangan Allah SWT. Sebaliknya, bekerja keraslah melawan seraya mengingat akhlak seorang muslim sejati.

    Sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam ayatNya, 
”Dan bersegeralah kalian semua terhadap ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa. Mereka itu adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya dalam kondisi senang maupun dalam kondisi susah, menahan amarah, dan memaafkan manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang muhsin” (Ali Imran:133-134)
Dengan demikian kamu terbebas dari kemarahan Allah SWT. Dan menjadi orang-orang bertakwa yang berhak menjadi penghuni surga yang kekal abadi.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Abdullah Ibnu Umar ra. Bertanya kepada Rasulullah SAW.,“Apa yang bisa menjauhkanku dari kermukaan Allah SWT?” Rasulullah menjawab,“Jangan Marah”

Hasan Al-Bashry berkata,“Empat perkara, siapa pun yang dapat melakukannya, tentulah Allah akan menjaganya dari setan dan dijauhkan dari nerka. Yaitu orang-orang yang mampu menguasai dirinya ketika merasa ingin, merasa takut, ketika birahinya bergejolak, dan ketika marah.”

4. Kemarahan merupakan kumpulan kejahatan. Sebaliknya, mengendalikan marah adalah kumpulan kebaikan.
Dalam hadits di atas, kita melihat ketika dikatakan kepadanya “jangan marah”, ia memahami dan langsung menerima nasihat tersebut. Akan tetapi ia mengulangi permintaannya untuk diberikan nasihat. Seolah-olah ia mengira bahwa nasihat yang diberikan kepadanyalah hanyalah sesuatu yang sederhana. Maka ia ingin mendapatkan tambahan agar lebih bermanfaat, dan tujuannya untuk masuk surga pun tercapai. Namun, rasulullah SAW tetap memberikan jawaban yang sama. Ini merupakan penegasan bahwa pesan tersebut sudah cukup, jika benar-benar dipahami maksudnya dan diamalkan.

Setelah penegasan berulang-berulang, barulah si penanya sadar dan memahami maksud Rasulullah SAW. Imam Ahmad meriwayatkan dari orang yang bertanya, bahwa ia berkata, “Setelah itu saya memahami, bahwa kemarahan mencakup seluruh kejahatan”. Artinya, jika tidak marah maka sebenarnya seseorang telah meninggalkan semua kejahatan, maka ia akan mendapatkan semua kebaikan. Karenanya, kita patut ucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW., yang telah mengarahkan umatnya kepada akhlak terpuji dan memberi peringatan untuk tidak mendekati “pintu” semua kejahatan.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW ,”Perbuatan apakah yang paling mulia?” Rasulullah menjawab, “Akhlak yang terpuji. Yaitu janganlah kamu marah, meskipun kamu melampiaskan kemarahan.”

5. Kemarahan adalah kelemahan, sedang kesabaran adalah kekuatan.
Cepat marah merupakan tanda lemahnya seseorang, meskipun ia memiliki lengan yang kuat dan badan yang sehat.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan  dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang kuat, bukanlah karena jago dalam gulat. Orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah.”

6.  Dampak dari Kemarahan
Marah adalah akhlak yang tercela, tabiat yang buruk, dan senjata yang membahayakan. Jika seseorang terperosok ke dalam amarah, maka akan berdampak negatif bagi diri dan masyarakatnya.

7.  Mencegah Kemarahan   
Mencegah atau meredam kemarahan, bisa dilakukan dengan banyak cara yang telah diajarkan oleh Islam. Di antaranya:
  •    Melatih jiwa dengan berbagai akhlak terpuji, seperti sabar, lemah lembut, tidak tergesa gesa dalam segala hal, dan lain sebagainya.
  •   Mengingat-ingat dampak dari marah, keutamaan meredam amarah dan keutamaan memaafkan orang yang berbuat salah. Allah SWT dalam firmanNya, “Dan orang yang bisa meredam amarah dan memaafkan orang lain. Dan Allah mencintai orang orang yang berlaku ihsan.” (QS Ali ‘Imran:134)
Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang menahan amarah dan ia sebenarnya mampu untuk meluapkannya. Maka pada hari Kiamat kelak, ia akan dipanggil Allah di hadapan semua makhlukNya, lalu ia disuruh memilih bidadari yang ia inginkan”
  •   Ta’awudz,(mengucapkan Audzu billahi minasyaithonirrojim) Allah SWT  berfirman, “Dan jika engkau ditimpa godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS Al-A’raf:200)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa dua orang laki-laki saling mencaci di samping Rasulullah SAW. Salah satunya mencaci saudaranya sambil marah hingga wajahnya memerah. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat, andai ia ucapkan, tentu kemarahan mereka akan hilang. Yaitu Audzu billahi minasyaithonirrojim (aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk).”
  •     Mengubah Posisi
Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Jika salah seorang di antara kalian marah dan dia berdiri, maka duduklah. Karena kemarahan akan hilang. Jika belum juga hilang maka berbaringlah.”
  •     Menghentikan Bicara
Karena dengan tetap berbicara, sangat memungkinkan kemarahannya bertambah, atau ia mengucapkan perkataam yang akan ia sesali setelah kemarahannya reda. Rasulullah SAW bersabda, “ Jika salah seseorang di antara kamu marah maka diamlah.” Nabi SAW. Mengucapkannya tiga kali.” (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Dawud)
  •     Berwudhu
Karena pada dasarnya, kemarahan adalah api yang membara dalam diri manusia, maka air akan memadamkan api tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kemarahan pada dasarnya adalah bara yang sedang membakar di hati anak adam.” (HR Imam Ahmad dan Tirmidzi)

8. Marah karena mencari keridhaan Allah SWT
Marah yang harus dijauhi oleh setiap muslim adalah marah yang didasari dendam dan bukan untuk membela ajaran Allah SWT. Adapun marah untuk membela agama Allah SWT. Atau membela kehormatan seorang muslim yang diinjak-injak, maka marah seperti ini adalah marah yang terpuji. Allah SWT berfirman “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) teman-temanmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, melegakan hati orang orang beriman dan menghilangkan kemarahan mereka.” (At Taubah: 14-15)
Dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW lebih pemalu daripada seorang gadis dalam pinangan. Jika beliau melihat sesuatu yang tidak disukai maka kami bisa mengetahui dari wajahnya.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW. Tidak pernah marah. Namun jika larangan Allah dilanggar, maka tidak ada sesuatupun yang dapat meredam kemarahannya. “(HR Bukhari, Muslim dan yang lain)



9. Orang yang Marah Bertanggung Jawab atas perbuatannya
Jika di saat marah, seseorang merusakkan harta orang lain, maka ia harus menggantinya. Jika ia membunuh seseorang, dengan sengaja dan penuh permusuhan, maka ia layak di qishash.  Jika ia mengucapkan perkataan yang menunjukkan kekufuran, maka dianggap murtad sampai ia bertaubat kembali. Jika bersumpah, maka sumpahnya sah dan harus dilaksanakan. Dan jika mengucapkan thalak (cerai), maka ia benar-benar menceraikan istrinya.

10.   Hadits ini mengisyaratkan semangat yang tinggi seorang muslim untuk selalu mendapatkan nasihat, mengetahui sisi-sisi kebenaran dan senantiasa menambah pengetahuan dengan ilmu yang bermanfaat.


11.   Hadits ini juga mengisyaratkan untuk sedikit bicara, banyak bekerja, dan memberikan pelajaran dengan keteladanan yang baik.

Demikian penjabaran dari hadits ini, yang baik datangnya dari Allah yang tidak baik
datangnya dari penulis, saran dan kritik atas rubik ini dengan besar hati 
dapat disampaikan kepada penulis via twitter (@eganingrum). Wassalamualaikum Wr Wb

Source:
Dr Musthafa Dieb Al Bugha dkk. Al-Wafi Syarah kitab Arba'in An-Nawawiyah).2003
Achmad Sunarto dkk. Tarjamah Shahih Bukhari.1992

Tuesday, July 29, 2014

Jodoh

By Unknown   Posted at  9:15 PM   Artikel No comments
                                                          السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pembaca setia b
log ini, penulis do'akan semoga senantiasa selalu dalam limpahan rahmat dan lindungan Allah SWT. Posting kali ini penulis akan membahas tentang jodoh. Sepertinya selalu menarik membicarakan masa depan bukan? Mencoba menebak-nebak rahasia langit, memprediksi apa yang akan terjadi, berharap takdir baik selalu berpihak pada kita.


Apa yang dimaksud dengan jodoh? 

Lafadz "jodoh" adalah kata yang dipakai dalam bahasa Indonesia untuk menunjuk makna tertentu. Lafadz ini berbeda dengan lafadz suami, istri, pasangan hidup atau yang semisal dengannya. Lafadz jodoh menurut kamus bahasa Indonesia adalah "pasangan yang cocok" baik bagi laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu lafadz jodoh memiliki makna yang lebih spesifik dari lafadz suami, istri, atau pasangan hidup sebab di sana terdapat penjelasan sifat lebih khusus dari sekedar pasangan hidup. Dalam bahasa Arab, kata yang bermakna "jodoh" seperti yang terdapat dalam bahasa indonesia tidak ditemukan. Para fuqaha' ketika membahas hukum pernikahan hanya menyebut istilah ( زَوْجٌ ) atau ( بَعْلٌ ) untuk suami dan  ( زَوْجَةٌ )   atau    ( امْرَأَةٌ ) untuk istri, yakni istilah-istilah yang berkonotasi "netral" tanpa ada penekanan sifat tertentu sebagaimana kata suami, istri, atau pasangan hidup dalam bahasa Indonesia.

Jodoh takdir atau pilihan?

Jodoh adalah sebuah pilihan. Pilihan yang manusia bertanggung jawab penuh dan dihisab atas pilihan tersebut maka dari itu, pilihlah jodoh yang baik dan memegang teguh agama Allah. Sama seperti halnya kita memilih calon presiden yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Sudahkan anda memilih calon presiden yang tegas dan sesuai syariat islam? 
Jodoh adalah pilihan dan pilihan sesungguhnya adalah takdir yang ditetapkan oleh Allah mengingat Allah adalah dzat yang maha menentukan berkuasa penuh atas segala sesuatu.Ada tiga pendapat tentang takdir:

1) Ada yang membagi takdir menjadi dua macam yaitu takdir mubram dan takdir muallaq.
Takdir mubram contohnya : Mandra itu matanya ada dua, Mastur hidungnya satu, Aliando kupingnya ada dua, Al-ghazali anaknya Ahmad Dhani. Hal tersebut tidak bisa dan tidak mungkin diubah.
Takdir muallaq contohnya : rezeki dan jodoh yang masih bisa diubah dengan doa dan usaha

2) Ada yang berpendapat takdir adalah takdir tidak bisa diubah walaupun dengan usaha dan doa

3) Ada yang berpendapat sama dengan mubram dan muallaq dan doa seseorang untuk mengubah takdir itulah takdir sebenarnya. Contohnya : jodoh Dea itu Bokir tapi Dea selalu berusaha dan berdoa supaya jodohnya itu Fatih Seferagic (karena Fatih Seferagic sudah menikah si Dea berdo'a supaya mendapat jodoh yang mirip Fatih hehe sedikit curhat^^,) nah do'a Dea itulah yang sebenarnya menjadi takdir Dea, in shaa Allah.


"Yakinlah wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik."
Sebagaimana firman allah dalam QS An-nur 24: 26



Kita sekarang ini hanya perlu memantaskan diri untuk jodoh yang baik. Hindari maksiat, santunkan lisan, lembutkan hati, perbanyak ibadah dan shalawat.

Saturday, July 12, 2014

Surat dari Abdullah Al Ghaza

By Unknown   Posted at  1:07 PM   Kisah No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Posting kali ini masih berkaitan dengan sahabat-sahabat kita di Gaza, Palestina. Artikel kali ini ialah re-blog dari banyak sumber ketika penulis browsing dengan kata kuci "Surat dari Abdullah Al Gaza". Semoga dapat diambil hikmahnya.


“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.

Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!

Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dai informasi di televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.

Memeang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?

Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.

Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.

Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.

Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?

Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.

Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.

Abdullah Al Ghaza


Demikian Surat dari Pejuang Hamas di Gaza kepada Indonesia. Semoga saudara-saudari kita yang berada di Gaza diberi ketabahan dan kekuatan oleh Allah SWT. Amin.

Original Article's Title is Surat dari Abdullah Al Ghaza (Pejuang HAMAS) kepada Indonesia | A TechnoLedge Blog
in http://muhfachrizal.blogspot.com
Under Creative Commons License: Attribution

Donasi dari SKI Al-Hajj untuk Sahabat Kita di Gaza

By Unknown   Posted at  12:50 PM   Events No comments

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sahabat-sahabatku semua, kita di sini bisa menjalankan Ramadhan dengan nikmat, aman, dan tentram. Sahabat-sahabat kita di Gaza bersimbah darah penuh ketakutan akan datangnya serangan atau kehilangan nyawanya, ibu, bapak, dan anaknya.

Namun, dalam ketersempitan dan ketertekanan mereka tidak lelah berjuang, dan mengahafal  Al-Qur'an Al-Kariim. Ini bukan urusan agama, ini urusan kemanusiaan. Gaza dibombardir zionis. Info obat-obatan di Gaza sudah mulai habis, keadaan semakin mencekam.

 "Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kau dustakan? (QS Ar-Rahman 55: 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77 )".

Jihad kita di sini senantiasa melakukan sesuai Al-Qur'an dan Hadits, serta membantu sahabat-sahabat kita di Gaza sana dengan do'a maupun donasi.

Kami, SKI Al-Hajj FKG Universitas Trisakti, akan menyalurkan donasi Gaza sahabat-sahabat sekalian bagi yang ingin berbagi kepada mereka. Untuk donasi dapat ditransfer ke rek BNI 0271741518 a.n Niken Ayu Septiani (085624508111). Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaykum wa rahmatullaahi wa barakatuh :)

Back to top ↑
Connect with Us

What they says

© 2013 SKI Al-Hajj FKG Usakti. WP Mythemeshop Converted by BloggerTheme9
Blogger templates. | Distributed by Rocking Templates Proudly Powered by Blogger.