Tuesday, December 16, 2014

Hal-hal Yang Harus Dilakukan Muslim pada Musim Hujan

By Unknown   Posted at  10:03 PM   SKI Al-Hajj No comments


Repost dari http://ukhuwahislamiah.com/sikap-seorang-muslim-terkait-musim-hujan/.

Di antara nikmat yang Allah berikan kepada kita adalah turunnya hujan. Dengan turunnya hujan, air yang kita butuhkan dapat ditemukan dimana-mana, udara yang awalnya panas menjadi dingin, tanah yang awalnya kering kerontang menjadi hijau oleh rerumputan dan pepohonan.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الأرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat: 39)

Berikut ini beberapa sikap yan hendaknya dimiliki seorang muslim terkait dengan hujan:
Pertama, meyakini bahwa Allahlah yang menurukan hujan, bukan yang selainnya. Allah berfirman:

وما أنزل الله من السماء من ماء فأحيا به الأرض بعد موتها
Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya.” (QS Al-Baqarah: 164)

Kedua, mensyukuri nikmat hujan tersebut tersebut. Mensyukuri baik dengan lisan maupun dengan perbuatan. Allah berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. (QS Ibrahim: 7)

Ketiga, mengikuti sunnah atau petunjuk Rasulullah terkait hujan. Diantara petunjuk beliau adalah berdo’a saat turun hujan. Diantara do’a yang diriwayatkan dari Nabi,
اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً
Allahumma shoyyiban naafi’an (Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat).” [HR Bukhari 1032]

Jika hujan turun begitu lebat sehingga mengkhawatirkan mendatangkan mudharat maka diantara petunjuk Rasulullah adalah membaca do’a berikut,
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” [HR Bukhari 1014]

Diantara petunjuk beliau juga, saat ada petir atau kilat membaca,

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ.
Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya.” [Al-Muwaththa’ 2/992. Al-Albani berkata: Hadits di atas mauquf yang shahih sanadnya]

Diantara pejuntuk beliau juga adalah mengambil berkah dengan air hujan. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, ”Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى
Karena hujan ini (adalah nikmat) baru saja Allah ciptakan.”[HR Muslim 898]
Selanjutnya, diantara sikap muslim saat turun/musim hujan adalah tidak melakukan hal-hal yang bermudharat atau berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Diantara hal yang membahayakan adalah membuang sampah di aliran-aliran air sehingga dapat menyebabkan kebanjiran. Termasuk hal yang membahayakan juga adalah mengendarai kendaraan dengan kencang setelah turun hujan. Hal tersebut dapat menyebabkan kecelakaan atau setidaknya percikan air dapat mengotori pengguna jalan yang lainnya. Padahal Rasulullah bersabda,
من آذى المسلمين في طرقهم وجبت عليه لعنتهم
Barang siapa yang mengganggu orang-orang muslim di jalan mereka maka laknat mereka pasti akan menimpanya.” [HR Thabrani]
Sekian, semoga bermanfaat.
Disarikan dari khutbah Jum’at di Hay Ummul Hamam, Riyadh 6/2/1436.

Sunday, December 7, 2014

Kelas Memasak ala Muslimah FKG Usakti

By Unknown   Posted at  9:35 PM   SKI Al-Hajj No comments
Assalamu'alaykum warah matullahi wabarakatuh..


Pembukaan kelas memasak diawali dengan tilawah

Kabar sehat, saudara-saudaraku? Penulis do'akan para pembaca setia blogger SKI Al-Hajj FKG Universitas Trisakti ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT, allaahumma aamiin.

Badan Pengurus Harian (BPH) SKI Al-Hajj seperti yang telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya (http://skialhajj.blogspot.com/2014/05/bph-ski-al-hajj-periode-2014-2015.html) terdiri dari 4 divisi, yaitu SPM, BPS, PSDM, dan Muslimah. Pengalaman yang ingin penulis bagi berdasarkan pengalaman yang baru saja diadakan divisi Muslimah pada November lalu. Yup, benar sekali. Pengalaman dalam kelas memasak, yeeey!!! (^o^)//\\(^^,)

Kelas memasak ini merupakan program kerja divisi Muslimah. Tentu saja, pesertanya hanya terdiri dari para muslimah FKG Usakti. Proker ini dilaksanakan selama dua kali dalam setahun. Tujuannya, tentu untuk mempererat tali silaturrahim antara junior-senior. Proker ini hanya dilakukan oleh muslimah (mahasiswi). 

Cooking Class yang diadakan ini pastinya selalu berganti tema, menu, dewan juri, dan peserta. Untuk CC kali ini menunya adalah Baked Potato. Kelompok Khadijah -kelompok saya- (kiri atas) akhirnya menjadi pemenang dan kelompok Fatimah (kiri bawah) sebagai juara 2 (^_^)9 Juri pada CC kali ini dihadiri oleh ka Niken, ka Tika, dan ka Anggie. Alhamdulillaah semua berjalan lancar dan sangat seru.

Berikut dokumentasi dalam bentuk foto-foto:


alat dan bahan kedua kelompok

Alat dan bahan kedua tim tampak samping

Alat dan Bahan

Pembukaan oleh MC

Para Juri

Baked Potato: Potato Ulalaa, menu jara I




Sunday, November 9, 2014

Rasulullah saw. sebagai Suri Teladan

By Unknown   Posted at  9:13 PM   SPM No comments
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah saw. itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS Al-Ahzab:21) 
Telah jelas dalam firman Allah SWT bahwa Rasulullah saw. ialah sebaik-baik suri teladan bagi kaum muslimin. Salah satu akhlak beliau yang patut kita teladani ialah pola makan dan minum. Betapa tidak? Suatu fakta yang tidak terbantahkan ialah Rasulullah saw. jarang dan hampir tidak pernah menderita sakit, kecuali dalam dua hal yaitu saat beliau menerima wahyu Allah melalui malaikat Jibril, dan beberapa hari sebelum beliau wafat. Dalam buku Sirah Nabawiyah dijelaskan bahwa pada Senin 29 Safar 11 Hijriah, Rasulullah saw. merasakan sakit kepala dan demam sepulang  pemakaman di Baqi selama sekitar 14 hari. Namun, beliau masih sanggup mengimami sholat di masjid. Rasulullah wafat pada Senin 12 Rabiulawal 11 Hijriah dalam usia 63 tahun lebih 4 hari. Subhanallaah. Selain anugerah dari Allah SWT, tentu ada prinsip beliau dalm pola makan dan minumnya.


 
Tahukah kamu, apa saja prinsip-prinsip Rasulullah saw. yang diperintahkan Allah SWT dan diterapkan oleh beliau dalam kehidupan sehari-harinya? Ya, benar. Prinsip-prinsip tersebut:
a. Makan dan minum tidak berlebihan;
b. Makan apabila lapar dan berhenti sebelum kenyang;
c. Lambung diisi dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga udara.
Secara medis, 3 prinsip rasulullah saw. tersebut sudah terbukti dapat menjaga kesehatan tubuh. Juga dibuktikan oleh Thomas J. Slaga, Ph.D dalam bukunya The Detox Revolution bahwa penurunan asupan kalori akan meningkatkan sistem detoksifikasi (penetralan racun dalam tubuh) (Suwardi, Muhammad: 2014).

Rasulullah saw. tercinta juga sangat memerhatikan keseimbangan asam-basa dalam pola makan dan minumnya. Contohnya, kurma dan timun atau kurma dan melon. Mengapa demikian? Dalam 5 butir buah kurma (sekitar 45 gram) kurang lebih berisi kandungan zat 115 kalori, dan hampir semuanya adalah zat karbohidrat. (Read more: http://doktersehat.com/khasiat-kandungan-sari-buah-kurma-untuk-kesehatan-dan-pengobatan-penyakit/#ixzz3IZuD6Vqd), dan kandungan airnya sedikit. Namun, timun dan melon berkalori rendah dan kandungan airnya mencapai sekitar 95% (Suwardi, Muhammad: 2014).
"Abdullah bin Jaf'ar meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah memakan buah mentimun dengan kurma matang." (HR. Buhkari dan Muslim)

Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah memakan buah melon dengan kurma.
Nabi saw. bersabda,"Panasnya buah yang satu ini (kurma) akan dihilangkan oleh dinginnya buah yang lain (melon), dan dinginnya buah ini (melon) akan dihilangkan oleh panasnya buah yang lain (kurma)." (HR. Abu Dawud)
Panas identik dengan asam. Jika tubuh mengandung asam berlebih, akan timbul panas yang berlebih juga di dalam tubuh. Hal tersebut akan mengakibatan tubuh rentan terserang penyakit seperti sakit kepala, hipertensi, stroke, serangan jantung, serta maag. Begitupun sebaliknya. Saat tubuh megandung basa berlebih, maka akan mudah terserang penyakit tekanan darah rendah, batuk, flu, bronkitis, dan mudah lelah. (Suwardi, Muhammad: 2014)

Setelah makan, Rasulullah saw. tidak langsung tidur, melainkan terlebih dahulu melakukan kegiatan.
"Rasulullah saw. bersabda,"Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah dan sholat, janganlah kalian langsung tidur karena dapat menyebabkan hati menjadi keras." (HR. Abu Nu'aim dari Aisyah)
Ada contoh kehidupan hewan yang bisa kita ambil hikmahnya, insya Allah. Contohnya, ular. Ular dapat makan melebihi kapasitas perutnya. Bahkan mangsanya bisa sebesar kambing. Akibatnya, ular akan tertidur pulas dan tidak akan dapat digubris bahkan tidak dapat menggerakkan badannya jika diusik oleh makhluk atau rangsangan lain. Boleh jadi hal inilah yang berhubungan dengan hadits di atas, yaitu makan terlalu kenyang akan membuat kita terkantuk dan dapat menyebabkan hati menjadi keras. Apalagi tidur di malam hari dalam kondisi kenyang. Mungkin adzan Subuh tidak akan digubris karena rasa malas yang sudah menjalar di tubuh. Na'udzubillaahiminzalik
Terima kasih telah membaca posting ini. Semoga bermanfaat dan bisa saling mengingatkan akan pentingnya pola makan dan minum yang menjadi prinsip Rasulullah saw. tercinta.

Wassalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh.

Sunday, October 26, 2014

Kisah Inspiratif Hari Ini

By Unknown   Posted at  9:31 PM   SPM No comments
Judul asli : قصة رائعة جدا ومعبرة ومؤثرة
Penerjemah : Shiddiq Al-Bonjowiy

Setiap selesai sholat jum'at tiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (yg berumur 11 tahun) mempunyai jadwal membagikan buku–buku islam, diantaranya buku at-thoriq ilal jannah (jalan menuju surga). Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran Kota Amsterdam.

Namun tibalah suatu hari, ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin.

Sang anakpun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin. Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, aku telah siap" ayahnya menjawab : "Siap untuk apa?" , ia berkata: "Untuk membagikan buku (seperti biasanya)", sang ayahpun berucap: "Suhu sangat dingin diluar sana, belum lagi hujan lebat yang mengguyur", sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan : "akan tetapi, sungguh banyak orang yang berjalan menuju neraka diluar sana dibawah guyuran hujan".
 

Sang ayah terhenyak dengan jawaban anaknya seraya berkata: "Namun ayah tidak akan keluar dengan cuaca seperti ini", akhirnya anak tersebut meminta izin untuk keluar sendiri. Sang ayah berpikir sejenak dan akhirnya memberikan izin. Iapun mengambil beberapa buku dari ayahnya untuk dibagikan, dan berkata: "terimakasih wahai ayahku".

Dibawah guyuran hujan yang cukup deras, ditemani rasa dingin yang menggigit, anak itu membawa buku-buku itu yang telah dibungkusnya oleh skantong plastik ukuran sedang agar tdk basah terkena air hujan, lalu ia membagikan buku kepada setiap orang yang ditemui. Tidak hanya itu, beberapa rumahpun ia hampiri demi tersebarnya buku tersebut.

Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku ditangannya. Namun sudah tidak ada orang yang lewat di lorong tersebut. Akhirnya ia memilih untuk menghampiri sebuah rumah disebrang jalan untuk menyerahkan buku terakhir tersebut.

Sesampainya di depan rumah, ia pun memencet bel, tapi tidak ada respon. Ia ulangi beberapa kali, hasilnya tetap sama. Ketika hendak beranjak seperti ada yang menahan langkahnya, dan ia coba sekali lagi ditambah ketukan tangan kecilnya. Sebenarnya ia juga tidak mengerti kenapa ia begitu penasaran dengan rumah tersebut.

Pintupun terbuka perlahan, disertai munculnya sesosok nenek yang tampak sangat sedih. Nenek berkata: "ada yang bisa saya bantu nak?" Si anak berkata (dg mata yg berkilau dan senyuman yang menerangi dunia): "Saya minta maaf jika mengganggu, akan tetapi saya ingin menyampaikan bahwa Allah sangat mencintai dan memperhatikan nyonya. Kemudian saya ingin menghadiahkan buku ini kepada nyonya, di dalam nya dijelaskan tentang Allah Ta'ala, kewajiban seorang hamba, dan beberapa cara agar dapat memperoleh keridhoannya."

Satu pekan berlalu, seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia mempersilahkan jama'ah untuk berkonsultasi. Terdengar sayup – sayup dr shaf perempuan seorang perempuan tua berkata:"Tidak ada seorangpun yang mengenal saya disini, dan belum ada yang mengunjungiku sebelumnya. Satu pekan yang lalu saya bukanlah seorang muslim, bahkan tidak pernah terbetik dalam pikiranku hal tersebut sedikitpun. Suamiku telah wafat dan dia meninggalkanku sebatang kara di bumi ini".

Dan iapun memulai ceritanya bertemu anak itu.
"Ketika itu cuaca sangat dingin disertai hujan lebat, aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku. Kesedihanku sangat mendalam, dan tidak ada seorangpun yang peduli padaku. Maka tidak ada alasan bagiku untuk hidup. Akupun naik ke atas kursi dan mengalungkan leherku dengan seutas tali yang sdh kutambatkan sebelumnya. Ketika hendak melompat, terdengar olehku suara bel. Aku terdiam sejenak dan berpikir :"paling sebentar lagi juga pergi".
Namun suara bel dan ketukan pintu semakin kuat. Aku berkata dalam hati: "siapa gerangan yang sudi mengunjungiku,… tidak akan ada yang mengetuk pintu rumahku".

Kulepaskan tali yang sdh siap membantuku mengakhiri nyawaku, dan bergegas ke pintu. ketika pintu kubuka, aku melihat sesosok anak kecil dengan pandangan dan senyuman yang belum pernah kulihat sebelumnya. Aku tidak mampu menggambarkan sosoknya kepada kalian.
Perkataan lembutnya telah mengetuk hatiku yang mati hingga bangkit kembali. Ia berkata: "Nyonya, saya datang untuk menyampaikan bahwa Allah Ta'ala sangat menyayangi dan memperhatikan nyonya", lalu dia memberikan buku ini (buku jalan menuju surga) kepadaku.

Malaikat kecil itu datang kepadaku secara tiba-tiba, dan menghilang dibalik guyuran hujan hari itu juga secara tiba2. Setelah menutup pintu aku langsung membaca buku dari malaikat kecilku itu sampai selesai. Seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi.
Sekarang lihatlah aku, diriku sangat bahagia karena aku telah mengenal Tuhanku yang sesungguhnya. Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan malaikat kecilku pada waktu yang tepat. Hingga aku terbebas dari kekalnya api neraka."

Air mata semua orang mengalir tanpa terbendung, masjid bergemuruh dengan isak tangis dan pekikan takbir… Allahu akbar…

Sang imam (ayah dari anak itu) beranjak menuju tempat dimana malaikat kecil itu duduk dan memeluknya erat, dan tangisnyapun pecah tak terbendung dihadapan para jamaah.
Sungguh mengharukan, mungkin tidak ada seorang ayahpun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.
_____________________________________
Note: Mari terus sebarkan kebaikan. Kita tidak pernah tahu berapa banyak orang yg mendapatkan hidayah dengan sedikit langkah yg kita lakukan...

Friday, October 10, 2014

Sunnah Of The Week: Shalat Dhuha

By Unknown   Posted at  5:30 AM   SPM No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abu Hurairah ra berkata: "Orang yang aku cintai yaitu Rasulullah SAW berpesan kepadaku akan tiga hal: Puasa 3 hari pada tiap bulan (ayyamul bidh), Shalat Dhuha 2 rakaat, dan Shalat Witir sebelum tidur" (HR Muslim)
Ungkapan Syukur di Pagi Hari

Allah SWT mencintai hambaNya yang bersyukur. Sebaliknya Allah membenci hambaNya yang kufur. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman yang artinya,"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan:'sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih." (QS Ibrahim:7)

Shalat Dhuha di pagi hari merupakan ajang untuk mengucapkan syukur atas nikmat yang telah diberikanNya. Yaitu nikmat hidup setelah Allah SWT mematikan kita dimalam hari dengan tidur, selanjutnya kita terbangun memuji Allah, "alhamdulillahiladzi ahyana ba'da ma amatana wa'ilaihin nusyur (segala puji bagi Allah, Zat yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepadaNya lah kami dikembalikan." (HR Bukhari)


Waktu dhuha adalah saat matahari sudah terbit. Di saat itulah, kenikmatan kita masih bisa memandang matahari pagi, kita luapkan dengan sujud kepada Allah SWT diwaktu dhuha. Mengingat Allah SWT melalui shalat akan menumbuhkan semangat baru dalam hidup. Ibarat berkomunikasi dengan sebuah kekuatan Mahadasyat, pasti kita akan mendapatkan kekuatan pula, yang akan kita pergunakan untuk menyambut dan menjalani hari.

Membuka Pintu Rezeki
Sering dikatakan bahwa shalat Dhuha adalah shalat rezeki. Ini senada dengan firman Allah SWT dalam sebuah hadits Qudsi, yang artinya, "Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan 4 rakaat pada permulaan siang (yakni shalat Dhuha), nanti akan Kucukupi kebutuhanmu pada sore harinya" (HR Hakim)

Adapun berkaitan dengan rezeki, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya,

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman" (QS Ar-Rum:37)

"Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?" (QS An-Nahl:71)

"Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezekiNya? Sebenarnya mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?" (QS Al-Mulk:21)

Penjabaran Al-Qur'an mengenai rezeki disini bukan hanya uang atau keuntungan materi duniawi karena rezeki Allah SWT sangat luas dan beragam bentuknya. Bisa berbentuk uang, kesehatan, tetangga yang baik, dimudahkan setiap urusannya, diringankan untuk selalu melakukan kebaikan dan sebagainya.

Tergolong Sebagai Orang yang Bertaubat 

“Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Masuk Melalui Pintu Surga Khusus

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Sama Dengan Bersedekah

"Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

Diampuni Dosa-Dosanya oleh Allah

“Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)



Source:
Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki . Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah



Saturday, October 4, 2014

Hutang Kita pada Allah SWT

By Unknown   Posted at  11:01 PM   SKI Al-Hajj FKG Usakti No comments
Assalamu'alaykum wa rahmatullaahi wa barakatuh..




Bagaimana kabar, para pembaca setia blogger SKI Al-Hajj? Semoga senantiasa berada dalam lindugan Allah SWT, allahumma aamiin.
 
Ada yang tahu tidak kalau shalat dhuha itu hutang kita ke Allah SWT? Hutang 2 rakaat sehari yang kalau tidak dibayar, maka numpuk. Loh Loh, kan sunnah? Betul, shalat dhuha memang sunnah. Tapi sunnah muakkadah. Sunnah yang teramat penting. Yang kalau ditinggal, ya ada juga resikonya.  Sunnah muakkadah kalau ditinggal dalam waktu yang lama, tidak dijalankan dalam waktu yang lama, sangat negatif ke kualitas kehidupan & rizki.

Begini ya, kenapa penulis sebut sebagai Hutang. Dalam 1 hari, sejak awal pagi, sampai pagi lagi, kita itu sesungguhnya harus sedekah tanpa putus. Tiap sendi kita, dituntut sedekahnya. Harus bayar. Mengapa tidak, untuk oksigen tambahan aja, kita harus bayar. Mahal banget. Nah, apalagi oksigen yang kita hirup, g r a t i s 24 jam. Ternyata tidak benar-benar gratis. Harus bayar. Dituntut sedekahnya. Belum lagi mata, dan panca indera lainnya

Pokoknya harus bayar. Dan tidak bakalan kebayar. Siapa juga yang mampu bayar semua rizki & nikmat
Allah SWT? Sistem pernafasan yg komplit, sistem pencernaan, sistem penglihatan, pendengaran, & semua tubuh kita adalah keajaiban-Nya. Ini semua Allah SWT adakan sedekah atasnya. Kitanya aja yg merasa gratis aja. Bebas-bebas saja. Tidak ada tanggung jawab, tidak ada beban, tidak ada kewajiban. Padahal tidak begitu.

Nyatanya tidak sedikit nikmat yang
Allah SWT kurangi, bahkan dicabut Allah SWT. Persoalannya, kalau bayar, dari pagi sampe pagi, atas semua rizki yg Allah SWT kasih, harus bayar berapa? Tidak ada yang sanggup bayar. Dan Allah SWT maklum itu. Tidak bakalan ada yang bisa bayar atas semua rizki & nikmat-Nya. Karena itu Allah SWT cukupkan bayarannya dengan shalat dhuha. Allah SWT cukupkan kewajiban kita membayar kepada Allah SWT, dengan shalat dhuha 2 rakaat di pagi hari. Subhaanallaah, baik ya? Tukerannya Maha Ringan. Ya, sangat ringan. Tidak ada bandingannya shalat 2 rakaat dengan kewajiban bayar 1 hari rizki & nikmat Allah SWT.

Dan itu sekaligus memberi pemahaman kepada kita, betapa besarnya shalat dhuha itu. Nilainya sebanding dengan seluruh bayaran
Allah SWT atas makhluk-Nya. Begitulah. Shalat Dhuha 2 rakaat, menjadi bayaran kita kepada ALLAH SWT. ALLAH SWT mencukupkan diri-Nya “dibayar” oleh kita, dengan tambahan shalat dhuha 2 rakaat di pagi hari. Luar biasa. Tentunya, itu kalau syarat minimal, dipenuhi & terpenuhi juga. Yakni soal shalat 5 waktu. Tertib, bagus, tepat waktu, jamaah di masjid. Artinya, kalau shalat dhuhanya cakep, terus shalat fardhunya tidak cakep, ya tentu “bayaran” itu akan kurang juga. Dan akan ada yg diambil oleh ALLAH SWT.

Seorang pengusaha tekstil cerita, bahwa tabungan 3 tahun hilang sekejap. Mula-mula saya tanya soal-soal ibadah yang wajib. Sahabat ini menjawab, yang wajib insya
Allah dikerjakan. Meski bilang bolong & berantakan. Dari soal yang ibadah wajibnya berantakan, saya sudah ngasih sedikit catatan. Kedua, setelah nanya yang ibadah wajibnya bagaimana, adalah bagaimana soal larangan ALLAH SWT? Apakah ada yang dilanggar? Beliau bilang tidak ada. Baik, kalau tidak ada, mulailah masuk soalan ketiga. Soalan ibadah sunnah. Gimana dengan ibadah sunnah?

Beliau sedih, hidupnya sejak jadi pedagang, jauh, sepi, dari ibadah sunnah. Termasuk shalat dhuha. Namun jika perdagangan jadi melalaikan kita dari ibadah yang wajib, juga yang sunnah, maka ini jadi masalah. Semestinya dagang jadi ibadah, karena melalaikan yang wajib & yang sunnah, maka tidak bisa lagi dagang disebut ibadah.

Ketika dia bilang, tidak lagi shalat dhuha, untuk jangka waktu panjang, saya jelaskan bahwa shalat dhuha itu hutang kita kepada
Allah SWT. Setiap harinya hutangnya shalat 2 rakaat.  Saya katakan kepada beliau, hutang itu kan ada kalanya ditagih harian, mingguan, bulanan, tahunan, & ada juga yang sekaligus diambilnya. Pengusaha ini mengerti. Dia meninggalkan shalat dhuha begitu lama. Shalat Dhuha itu berarti rizki. Maka rizki itulah yang kini diambil kembali.

Logika kebalikannya adalah, bila ingin kembali rizki, kembali saja melakukan shalat dhuh, 3 tahun dia menabung, tabungannya “ditarik” lagi. Jangan lupa baca Surah Al Mulk dulu sebelum tidur. Kalau mau dikalikan 100x lipat pahala surah Al Mulk, bahwa dalam shalat sunnah. Baca di dalam shalat. Yuk, sama-sama belajar menghafal QS Al-Mulk! :)

Friday, October 3, 2014

Sunnah Of The Week: Menjaga Wudhu

By Unknown   Posted at  9:36 PM   SPM No comments
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Rasulullah SAW bersabda "Sungguh, umatku akan dipanggil nanti pada hari Kiamat dalam keadaan bercahaya disekitar muka, tangan, dan kaki, karena bekas wudhu. Karena itu, barangsiapa diantara kalian sanggup melebihkan basuhan wudhunya (melebihi yang telah difardhukan pada muka, tangan dan kaki), maka hendaklah ia melakukannya." (HR Bukhari dan Muslim)

Menghapus Dosa
Allah SWT Maha Pengasih. Dia memberikan nikmat kapada kita berupa wudhu. Saat segarnya air mulai membasahi kulit, dosa dosa yang pernah kita lakukan juga berguguran bersamaan dengan tetesan tetesan air yang jatuh ke tanah.

Rasulullah SAW bersabda "Jika seorang muslim atau mukmin itu berwudhu, maka ketika ia membasuh mukanya, keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua matanya, karena melihat sesuatu yang diharamkan. Hilangnya bersama-sama dengan air itu bersama-sama dengan tetesan air terakhir. Jika ia membasuh kakinya, maka keluarlah dosa yang diperbuat oleh kedua kakinya, karena digunakan berjalan pada jalan yang tidak benar, bersama-sama dengan air atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir, sehingga ia bersih dari dosa." (HR Muslim)

Sebagai manusia, kita pasti pernah tergelincir berbuat dosa, baik disadari maupun tidak. Karena kita bukan malaikat yang tidak dilengkapi nafsu-sebagai pintu masuk perbuatan dosa itu. Dosa itu bisa menyangkut hubungan langsung antara kita dengan Allah SWT, bisa pula menyangkut hubungan kita dengan sesama manusia.

Allah menggugurkan dosa-dosa lewat basuhan basuhan air wudhu, maupun memberikan ampunan lewat istighfar-tanpa perantara.

Dekat dengan Allah SWT
Menjaga wudhu artinya menjaga kesucian diri lahir dan batin. Mungkinkah orang yang menjaga wudhu, tidak menjaga shalatnya?Mungkinkah orang yang menjaga wudhu, tidak menjaga pandangan matanya?Mungkinkah orang yang menjaga wudhu, tidak menjaga pendengaran dan lisannya dari perbuatan dosa? Jawabannya; Mungkin saja...

Karena manusia tidak ada yang sempurna. Dia bisa tergelincir ke dalam perbuatan dosa. Dosa bisa dilakukan oleh kedua matanya, kedua tangannya, lisannya, ataupun anggota badan lainnya.

Saya berhusnuzan, mereka yang menjaga wudhu akan berusaha juga menjaga shalatnya agar tepat waktu. Mereka yang menjaga wudhu akan berusaha menjaga matanya dari pandangan yang diharamkan.Mereka yang menjaga wudhu akan berusaha menjaga kebersihan lisannya, pengelihatannya, dan seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan dosa.

Buah dari perbuatan baik adalah mengundang perbuatan baik adalah mengundang perbuatan-perbuatan baik setelahnya. Ibnu Qayyim menuturkan tentang perkataan ulama salaf: "Sesungguhnya hukuman bagi kejahatan adalah lahirnya kejahatan setelahnya dan pahala kebaikan adalah lahirnya kebaikan setelahnya"

Mereka yang membersihkan diri dari dosa, akan dekat dengan Allah SWT. Mereka yang dekat dengan Allah SWT akan mendapatkan fasilitas-fasilitas dari Allah SWT. Bila dekat dengan raja bisa menjadikan diri kita terhormat, maka dekat denan Allah SWT yang merupakan Raja Diraja tentunya akan jauh lebih terhormat.

Menjaga wudhu artinya dekat dengan kesucian, baik suci lahir maupun dan bathin. Menjaga Wudhu artinya dekat dengan kebaikan. Dan kebaikan akan mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Pintu Meraup Pahala
Bila memiliki wudhu, kita bisa langsung shalat. Tahiyyatul masjid saat memasuki masjid. Kita juga bisa langsung menunaikan shalat fardhu saat iqamah berkumandang terlebih lagi ketika saat berada di masjid, kita tak perlu mengantri lagi untuk mengambil air wudhu yang terkadang menyebabkan kita tidak bisa menempati shaf paling depan yang mengandung keutamaan. Saat ada mushaf, dengan memiliki wudhu kita bisa langsung bertilawah dan begitu juga pada waktu-waktu shalat sunnah, seperti shalat dhuha. Singkatnya, senantiasa menjaga wudhu akan menjadikan kita berpeluang dalam meraup kebaikan dan pahala sebanyak-banyaknya.

Rasulullah SAW bersabda, "Malaikat memintakan ampun dan rahmat untuk seseorang diantara kalian, selagi dia berada ditempat shalatnya yang baru ia selesaikan, selagi tidak berhadas. Malaikat berdoa: 'Allahummaghfir lahu allahummarhamhu (Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah ia)' " (HR Bukhari)

Adapula doa sesudah wudhu yang bisa kita amalkan agar pahala kita bertambah besar. Umar bin Khaththab ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda "Tidak seorang pun diantara kalian yang berwudhu dengan menyempurnakan wudhu kalian, kemudian mengucapkan, 'Asyhadu an la ilaha illah wahdahu la syarikalah wa 'asyhadu anna muhammadan abduhu warasuluh (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT, tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya)', kecuali ia dibukakan pintu-pintu surga yang delapan, yang bisa ia masukin darimana pun yang ia suka." (HR Muslim)

Cemerlang di Wajah
Wudhu akan menjadikan wajah kita cemerlang. Pun nanti di akhirat, wudhu yang kita lakukan akan menjadikan wajah kita bersinar terang. Rasulullah SAW akan mudah mengenali pancaran dahi kita (umatnya) apabila sering terbasuh air wudhu sebgaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits,

"Sungguh, umatku akan dipanggil nanti pada hari Kiamat dalam keadaan bercahaya disekitar muka, tangan, dan kaki karena bekas wudhu. Karena itu, barangsiapa diantara kalian sanggup melebihkan basuhan wudhunya (melebihi yang telah difardhukan pada muka, tangan, dan kaki), maka hendaklah ia berbuat" (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam  hadits yang lain, Abu Hurairah bercerita bahwa Rasulullah SAW datang kekubur dan mengucapkan: "Assalamualaikum dara qaumin mu'min wa inna insya Allahu bikum lahiqun', Aku senang sekali bila melihat saudara-saudaraku."

Para sahabat bertanya, "Bukankah kami ini saudaramu, wahai Rasulullah?"

Beliau Rasulullah SAW menjawab, yang artinya "Kamu sekalian adalah sahabatku. Adapun saudara-saudara kita adalah orang-orang yang belum datang."

Para Sahabat bertanya, "Bagaimana engkau mengetahui umat yang belum datang dari umatmu, wahai Rasulullah?"

Rasulullah SAW menjawab, "Bagaimana pendapatmu jika seandainya ada seseorang yang mempunyai seekor kuda putij cemerlang berada ditengah-tengah kuda hitam pekat; apakah ia tidak mengetahui kudanya yang putih cemerlang itu?"

Para sahabat berkata, "Pasti mengetahui, ya Rasulullah."

Beliau(Rasulullah SAW) bersabda, "Sesungguhnya saudara-saudara kita itu akan datang dalam keadaan putih cemerlang karena wudhu dan aku akan membimbing mereka ke telaga (al-Kautsar)" (HR Muslim)

Resep Sehat Gratis

Salah satu jalan untuk mendapatkan kesehatan adalah dengan menjaga kebersihan, baik kebersihan diri, pakaianm rumah maupun lingkungan. Kebersihan diri salah satunya kita dapatkan dengan rajin berwudhu. 

Itulah nikmat Allah SWT berupa wudhu. Dengan basuhan demi basuhan yang menyegarkan, Allah SWT menyiapkan kita untuk menghadapNya. Bila saat hendak menunaikan shalat kita berada dalam kondisi segar, maka saat menyambut panggilan kerja tubuh kita akan menadi lebih bugar.

Pengaruh terhadap Etos Kerja & Kinerja

 Apakah ada pengaruh wudhu terhadap peningkatan etos kerja dan kinerja? Sepintas tidak ada. Namun jika kita menggali filosofi wudhu, kita akan merasakan bahwa wudhu akan memengaruhi etos kerja.

Berwudhu yang diidentikkan ketika hendak shalat, bila dilakukan dengan ikhlas dan benar, akan memengaruhi sikap hidup dan produktivitas kita dalam bekerja.

Dikisahkan bahwa Ali bin Husein, tatkala selesai berwudhu mukanya kelihatan pucat. Ketika ditanya, ia menjawab, "Tidak tahukah kalian, dihadapan siapa aku hendak berdiri?" Rasa takutnya kepada Allah SWT menjadikan roman mukanya berubah saat berwudhu, karena sebentar kemudian ia akan menghadap kepadaNya, kepada Zat Yang KeagunganNya tiada tertandingi.

Bila kita mengerjakan wudhu dengan benar, kita akan merasakan setiap basuhan dan tetesan air yang mengguyur, membayang bahwa Allah SWT mulai menggugurkan dosa-dosa kita, kemudian Allah SWT juga memanggil kita untuk menghadapNya,rasa takut kepadaNya pun hinggap di hati kita. Takut akan siksa dan NerakaNya pun akan senantiasa berhati-hati dalam menjalani hidup agar tidak tergelincir kepada perbuatan dosa dan kemaksiatan. Sehingga kita akan bertanggung jawab atas apa yang menjadi tanggung jawab kita serta berusaha sebaik mungkin dalam menjalani peran kita sebagai profesi maupun sebagai anggota keluarga.

Source:
Fadlan al-Ikhwani. Dahsyatnya 7 Sunnah

Back to top ↑
Connect with Us

What they says

© 2013 SKI Al-Hajj FKG Usakti. WP Mythemeshop Converted by BloggerTheme9
Blogger templates. | Distributed by Rocking Templates Proudly Powered by Blogger.